jabal qurban

Jabal Qurban dan Syari’at Berqurban

Satu satu syari’at dalam agama Islam yang dilakukan satu tahun sekali adalah penyembelihan hewan qurban yang dilaksanakan setelah selesai shalat Idul Adha. Ketika itu Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih Nabi Ismail melalui mimpi menjadi awal mula dari penyelenggaraan ibadah qurban bagi umat Islam. Lokasi atau tempat dimana Nabi Ibrahim hendak menyembelih putranya Nabi Ismail dinamakan Jabal Qurban dan terletak di perbatasan antara Mina dan Musdalifa.

Jabal (pegunungan) Qurban letaknya dikelilingi perbukitan seperti halnya Jabal Uhud. Disana terdapat sebuah tugu berwarna putih, nah tugu itu adalah lokasi dimana Nabi Ibrahim melempar setan yang hendak menggoda Nabi Ibrahim agar mengurungkan niat untuk menunaikan perintah Allah menyembelih putranya Nabi Ismail dengan batu (Jamarat). Lokasi ini memang agak jarang dijadikan destinasi ziarah jama’ah umroh tapi ketika musim haji tiba, lokasi tersebut akan sangat ramai dikunjungi oleh para jama’ah haji di seluruh dunia dengan membawa hewan qurbannya.

Jabal Qurban letaknya hanya sejauh 5 kilometer saja dari kota Mekkah, tidak terlalu jauh, bahkan ada jama’ah umrah yang memilih untuk berjalan kaki sambil melihat-lihat suasana pedesaan dan pasar-pasar dari kota Mekkah menuju Mina, jika kita menggunakan travel untuk berziarah ke sini, biasanya kendaraan travelnya akan berjalan pelan-pelan agar jama’ah bisa melihat Jabal Qurban sehingga bisa mengambil foto dengan jelas.

Riwayat ibadah atau perintah penyembelihan qurban diawali Nabi Ibrahim yang mendapat mimpi untuk menqurbankan anaknya. Nabi Ibrahim sempat ragu atas perintah tersebut. Lalu Nabi Ibrahim menanyakan kesediaan nabi Ismail, setelah mendengarkan Ayahnya bercerita tentang mimpinya, nabi Ismail pun meyakini bahwa mimpi itu datangnya langsung dari Allah, sedangkan istri Nabi Ibrahim saat itu yaitu Siti Sara hanya bisa pasrah mengikhlaskan putranya Ismail untuk disembelih suaminya, didasari iman pada Allah, akhirnya Nabi Ibrahim pun hendak menyembelih putranya. Namun ketika menyembelih putranya, nabi Ibrahim kesulitan dan terkejut karena pisau yang digunakan Nabi Ibrahim yang sudah sangat tajam mendadak menjadi tumpul tak kunjung bisa memotong Nabi Ismail.

Kemudian Allah berfirman bahwa perintah itu merupakan bentuk ujian keimanan untuk Ibrahim dan dan putranya Ismail. Allah lalu mengirimkan seekor kambing untuk disembelih sebagai pengganti Nabi Ismail Masya Allah.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top