tata cara umroh

Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah

Setiap muslim yang akan menjalankan ibadah umroh, hendaknya mengetahui dan memahami betul bagaimana tata cara mulai dari awal sampai akhir. Apa saja serangkaian ibadah yang harus dilakukan selama melaksanakan ibadah umroh?

 

1.Membaca Niat (Ihram)

Semua ibadah, pasti diawali dengan niat. Jika tidak, maka ibadah yang dilakukannya dianggap tidak sah. Seorang laki – laki muslim, diwajibkan mengenakan 2 helai kain berwarna putih yang tidak dijahit sama sekali. Sedangkan seorang perempuan muslim, diwajibkan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan ajaran dan ketentuan syariat islam.

 

Niat umroh yang wajib diucapkan lafaznya sebagai berikut :

 

“Aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah”

 

Dengan mengucapkan niat, maka seorang musim dianggap sudah memulai melakukan ibadah umroh. Yang perlu diperhatikan, selama seorang muslim dalam kondisi sedang berihram, maka dilarang padanya melakukan larangan selama ihram. Larangan tersebut antara lain :

  • Dilarang mengenakan pakaian yang terdapat jahitan dan juga menutup bagian kepalanya bagi seorang laki – laki musim.
  • Dilarang menutupi bagian wajahnya atau pun mengenakan sarung tangan bagi seorang perempuan muslim.
  • Dilarang menggunakan parfum atau wangi – wangian pada sebagian atau pun seluruh anggota tubuh.
  • Dilarang mencukur rambut kepada atau pun bulu lainnya pada anggota tubuh.
  • Dilarang mencabut atau pun melakukan pemotongan kuku, meskipun untuk tujuan membersihkan.
  • Dilarang melakukan pernikahan, menikahkan orang atau pun melamar seseorang.
  • Dilarang melakukan perburuan hewan yang hidup di darat.
  • Dilarang bersetubuh dengan pasangan (melakukan hubungan suami istri).
  • Dilarang menggunakan minyak pada bagian rambut.

 

Selama seorang muslim melakukan perjalanan menuju Masjidil Haram, maka disunahkan kepadanya untuk membaca lafaz berikut ini :

 

“Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak”

 

Yang mempunyai arti :

 

“Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.”

 

2.Tawaf

Tata cara kedua adalah Tawaf. Aktivitas ini dilakukan mulai dari Hajar Aswad dan diakhiri juga di Hajar Aswad. Yang mana seorang muslim mempunyai kewajiban untuk mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali putaran. Tak perlu khawatir, selama menjalankan tawaf, sekarang sudah disediakan garis pembatas yang bisa digunakan untuk mengelilingi Ka’bah. Selama mengelilingi Ka’bah, diperintahkan untuk melihat kehadapan Ka’bah sembari melambaikan tangan dengan mengucapkan “Bismillah dan Allahu Akbar”. Selama mengelilingi Ka’bah juga dianjurkan kepada setiap musim untuk memperbanyak doa. Salah satu doa yang bisa dipanjatkan seperti :

 

“Robbana aatina fi dunya hasannah waa fil akhirati hasanah wakina adzabannar”

 

3.Sai

Tata cara ketiga ialah melakukan Sai. Sai merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk ibadah dengan berjalan kak yang dimulai dari bukit Shofa sampai ke bukit Marwa bolak – balik sampai dengan total putaran 7 kali. Dimulai dari bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwa.

 

4.Tahallul

Tata cara ke empat adalah Tahallul yang mana seorang musim baik laki – laki atau perempuan diwajibkan untuk mencukur rambut. Bagi laki – laki boleh mencukurnya sebagian atau bisa juga mencukur sampai habis. Kemudian bagi perempuan, diwajibkan hanya memotong sehelai atau beberapa helai rambut dengan ukuran sejengkal jari.

 

5.Tertib

Tata cara ke lima adalah tertib. Tertib mengingatkan kepada umat muslim untuk bisa melaksanakan serangkaian ibadah umroh sesuai dengan tata cara urutan yang sudah ditentukan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top